SPINNER GRATIS
Cara kerja dari Tools spinner itu sendiri adalah menspin sebuah artikel dengan mencari persamaan kata dari setiap kata-kata yang ada dalam kalimat sebuah artikel, atau keren nya mencari kata-kata sinonim sehingga nanti artikel yang kita spin jadi berubah,tapi maksud dan isinya masih tetap sama dengan artikel aslinya yang kita spin. Tools ini anda gunakan khusus untuk membuat artikel yang berbahasa inggris saja, jadi pekerjaan update blog jadi mudah. Anda tinggal cari artikel yang sesuai dengan diskripsi content blog anda, lalu copypaste dan spin pakai tools software sinner ini. Anda tinggal masukkan artikel hasil copypaste anda ke dalam kotak yang telah di sediakan, selanjutnya klik next, dan tools software spinner ini akan bekerja secara otomatis untuk menspin artikel tersebut. setelah proses sampai 100% anda klik next lagi,dan tools akan melakukan rewriting artikel tersebut, lalu tunggu bebrapa saat sampai proses selesai, dan selanjutnya artikel hasil spin rewriting tersebut sudah siap anda posting di blog anda. Software Tools spinner gratis yang di maksud adalah :
1. Software smallseotools
2. Software Free Article Spinner
Kalau yang satu ini anda harus sign up dulu untuk dapat menggunakannya
3.. Article changer
4. Article Rewriter
5. Unique Article Generator
Dengan menggunakan software tools spinner gratis di atas, anda akan sangat mudah mengupdate blog anda dengan artikel/content gratis yang unik di mata search engine tanpa perlu keluar duit sepersen pun. Sehingga content blog anda Jadi seo di mesin pencari. Pakai juga Tools pintar untuk mengetahui kata kunci pada setiap artikel yang akan anda posting di blog anda, untuk mengoptimalkan agar artikel anda di sukai dan bersahabat dengan search engine
DOWNLOAD LINUX UBUNTU DESKTOP 11.10
DOWNLOAD LINUX UBUNTU DESKTOP 11.10
Desktop CD The desktop CD allows you to try Ubuntu without changing your computer at all, and at your option to install it permanently later. This type of CD is what most people will want to use. You will need at least 384MiB of RAM to install from this CD. There are two images available, each for a different type of computer: PC (Intel x86) desktop CD For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
ubuntu-11.10-desktop-i386.iso
12-Oct-2011 22:15 695M Desktop CD for PC (Intel x86) computers (standard download)
ubuntu-11.10-desktop-i386.iso.torrent
13-Oct-2011 17:00 27K Desktop CD for PC (Intel x86) computers (BitTorrent download)
ubuntu-11.10-desktop-i386.iso.zsync
13-Oct-2011 17:00 1.4M Desktop CD for PC (Intel x86) computers (zsync metafile)
ubuntu-11.10-desktop-i386.list
12-Oct-2011 22:15 4.0K Desktop CD for PC (Intel x86) computers (file listing)
ubuntu-11.10-desktop-i386.manifest
12-Oct-2011 21:36 39K Desktop CD for PC (Intel x86) computers (contents of live filesystem)
Desktop CD The desktop CD allows you to try Ubuntu without changing your computer at all, and at your option to install it permanently later. This type of CD is what most people will want to use. You will need at least 384MiB of RAM to install from this CD. There are two images available, each for a different type of computer: PC (Intel x86) desktop CD For almost all PCs. This includes most machines with Intel/AMD/etc type processors and almost all computers that run Microsoft Windows, as well as newer Apple Macintosh systems based on Intel processors. Choose this if you are at all unsure.
ubuntu-11.10-desktop-i386.iso
12-Oct-2011 22:15 695M Desktop CD for PC (Intel x86) computers (standard download)
ubuntu-11.10-desktop-i386.iso.torrent
13-Oct-2011 17:00 27K Desktop CD for PC (Intel x86) computers (BitTorrent download)
ubuntu-11.10-desktop-i386.iso.zsync
13-Oct-2011 17:00 1.4M Desktop CD for PC (Intel x86) computers (zsync metafile)
ubuntu-11.10-desktop-i386.list
12-Oct-2011 22:15 4.0K Desktop CD for PC (Intel x86) computers (file listing)
ubuntu-11.10-desktop-i386.manifest
12-Oct-2011 21:36 39K Desktop CD for PC (Intel x86) computers (contents of live filesystem)
ISTILAH-ISTILAH DENGAN PENGHAPUSAN DATA
ISTILAH-ISTILAH BERKAITAN DENGAN PENGHAPUSAN DATA
File system
Sistem operasi mempergunakan file system sebagai suatu database untuk mengendalikan status alokasi dari suatu partisi. File system, semacam FAT (File Allocation Table) dan semua variannya (FAT12, FAT16, FAT32) dan NTFS (New Technology File System), menyimpan jejak data pada suatu partisi, semacam nama file, tanggal, ukuran dan lokasi fisiknya pada disk.
Partisi
Suatu hard disk bisa dibagi ke dalam sejumlah drive logic disebut partisi. Ukuran dari partisi dan file system yang dipergunakan menentukan ukuran cluster. Biasanya ukuran cluster dibuat kecil untuk mengurangi jumlah (slack) space pada partisi.
Cluster
Untuk bisa tetap mengetahui letak data pada suatu partisi, file system membagi setiap partisi ke blok-blok kecil yang disebut cluster. Suatu cluster adalah area terkecil, yang bisa dialokasikan dari disk dan ukurannya bergantung pada file system dan ukuran dari partisi.
Cluster tip
Unused area di akhir cluster terakhir yang dialokasikan oleh suatu file (atau slack space). Unused area dihadirkan dalam kebanyakan file karena space hanya bisa dialokasikan sebagai blok berukuran cluster dan isi dari file jarang memenuhi sepenuhnya semua bagian cluster yang teralokasi.
Unused disk space
Space pada suatu partisi yang tidak dipergunakan untuk menyimpan data. Terdiri dari cluster tip area dari file pada partisi dan free space yang tersedia.
Pass, overwriting
Jumlah ini menentukan berapa kali suatu area pada disk akan ditulisi
Pseudorandom number generator, PRNG
Suatu algoritma yang memungkinkan rangkaian angka nampak random (acak). Semua data "random" yang dibuat secara aritmetik disebut pseudorandom.
Period length, dari PRNG
Panjang rangkaian pseudorandom; banyaknya angka yang bisa dibangkitkan dengan PRNG sebelum rangkaian dimulai lagi dari awal.
*Sekedar untuk memudahkan: Satu hard disk bisa dibagi ke dalam beberapa partisi. Dalam satu partisi dibagi ke dalam blok-blok yang disebut cluster. Nah, suatu file bisa memakai cluster- cluster tersebut. Kemungkinan ada file yang di akhir cluster-nya tidak mengisi cluster tersebut dengan penuh, itu yang disebut cluster tip. Cluster-cluster yang tidak dipakai menyimpan data disebut free space. Free space + cluster tip disebut unused disk space.
Vol. IV No. 10 NeoTek
Cara Selamatkan Data Flashdisk dari Virus Shortcut 2
Cara Selamatkan Data Flashdisk dari virus Shortcut 2
Seperti tulisan saya sebelumnya yaitu menyelamatkan data flashdisk dari Virus Shortcut. Ini adalah versi kedua dari tulusan saya. Banyak sekali orang yang mengeluh gara-gara folder dalam flashdisk bener-bener membuat jengkel apalagi kalau dalam folder tersebut terdapat data yang sangat penting. Kadang file shortcut tersebut masih kita bisa dibuka tapi membuka lagi Windows Explorer kadang juga tidak bisa dibuka dan muncul peringatan EROR karena file virus dalam flashdisk sudah hilang tetapi efeknya masih terlihat. Sebagian orang beranggapan kalau data tersebut sudah hilang tapi sebenarnya tidak, folder sebenarnya masih ada akan tetapi di sembunyikan oleh virus dengan super hidden. Ini adalah cara kedua dalam menyelamatkan data flasdisk yang terserang Virus Shortcut. Dalam cara ini kita tidak lagi membutuhkan Aplikasi Data Recovery seperti sebelumnya, melainkan cukup dengan menggunakan OS Ubuntu. Disini saya menggunakan Ubuntu 10.4 Deskstop Edition yang dapat kita instal lewat OS Windows Xp maupun Win7 dan dapat kita remove lewat control panel. Sehingga PC kita terdapat Doble OS. Saat pertama kali kita nyalakan PC maupun Laptop kita akan terdapat dua pilahan OS
1. Windows XP Profesional atau Windows 7
2. Ubuntu
Pilih windows jika inggin menggunakan windows pilih Ubuntu jika ingin menggunakan Ubuntu
Setelah kita instal Ubuntu dalam kita PC atau Laptop kita. Colokan flasdisk setelah dibuka maka akan terlihat shortcut dan folder kita yang sebenarnya. File shorcut akan tebaca dengan format *.lnk (NamaFolder.lnk). Folder sebenarnya tetapa terbaca sebagai folder.
Setelah itu copy Folder kita yang sebenarnya kedalam Drive: D atau Lainnya yang penting tempat penyimpan data bukan Drive untuk OS. Jika ingin mengembalikan data tersebut kedalam Flashdisk lagi, Format Flashdisk setelah itu copy seluruh file kedalam flasdisk tanpa folder. Karena dara pengalaman saya, folder yang dicopy lewat linux Ubuntu tidak akan terlihat terlihat di OS Windows, bahkan flasdisk yang sudah ada folder dari windows setelah dibuka dilinux dan dibuka diwindosw lagi foldernya tidak akan terlihat. Sekaligus demi keamanan data kita lagi. Atau kita bisa merestart PC kita dan memilih windows setelah itu format flashdisk, setelah itu baru copy data kita kedalam flashdisk sekalian foldernya setelah pastikan OS windows kita bersih dari virus, bisa jaga dengan winzip atau winrar terlebih dahulu, atau dengan mencopy file tersebut dengan tanpa folder.
COMPUTER PRIVACY
COMPUTER PRIVACY
Metode Penghapusan Data
Penghapusan data yang paling aman bukanlah dengan FDISK ataupun FORMAT (apalagi bila hanya sekedar perintah DELETE). Standar Department of Defense Amerika Serikat adalah dengan data overwriting. Firrar Utdirartatmo (firrar@lycos.com) membahas bermacam-macam teknik overwriting ini.
PA YANG SEBENARNYA TERJADI PADA PENGHAPUSAN FILE?
A Pada sistem operasi MS-DOS dan Windows, file system dipakai untuk memelihara data pada hard disk: directory, file, lokasinya, ukuran, tanggal, dst. Memakai file system lebih cepat ketimbang melakukan parsing infor- masi langsung dari disk, tetapi itu juga menjadi penyebab masalah saat user ingin menghapus secara aman suatu file. Umumnya, saat kita menghapus suatu file, sistem operasi tidak melakukan penghapusan sebenarnya, tetapi hanya menghapus acuan ke file dari tabel file system dan menan- dai area yang dipergunakan oleh file yang tidak terpakai. Maka, siapapun bisa melakukan recover file memakai utility yang mampu membaca disk secara langsung. Data tidak akan dihancurkan sampai suatu program melakukan penulisan di atas file yang terhapus (overwrite), dan meski terjadi overwrite , masih dimungkinkan melakukan recover data dengan sejumlah perlengkapan khusus.
Jadi jika ingin memastikan data-data rahasia anda tidak ja - tuh ke tangan yang salah, kita harus melakukan overwrite file sebelum menghapusnya dari tabel file system.
Hard disk terdiri dari sejumlah disk platter dengan lapisan bermuatan magnetic. Satu read/write head dipakai untuk read & write data dari platter. Head terletak sangat dekat dengan platter.
Permukaan disk platter bisa dianggap seperti medan magnet yang serupa dengan magnet-magnet kecil, dengan kutub positif dan negatif. Data disimpan ke disk dalam bentuk binary sebagai satu dan nol dan berjuta-juta medan magnet dipakai untuk menyimpan bit. Saat menulis data baru ke disk, read/write head mengubah arah kutub
magnet jika diperlukan.
Saat read/write head membalikkan kutub dari suatu area
(menyatakan satu bit data), kutub dari sebagian besar mag - net berbalik, tetapi ada sejumlah kecil yang tetap dalam kondisi semula. Secara elektronik drive mengabaikan ketidak- akuratan dalam jumlah kecil ini.
Tetapi bila dicoba untuk mengevaluasi permukaan platter dengan microscope electronic yang canggih ada kemung- kinan untuk melakukan recover data meski pernah dilaku- kan penimpaan data (overwriting). Sederhananya: Meski data terlihat sudah berubah secara software, tetapi dalam tingkatan fisik masih ada data lama yang tetap tersimpan.
Bagaimana Cara Tepat Melakukan Overwriting?
Tujuan utama dari overwriting adalah untuk mengubah kutub magnetic dari tiap medan magnet dalam disk platter sebanyak mungkin, sehingga akan menjadi sangat sulit untuk menentukan state mereka semula.
Jika data ditulis langsung ke disk, file dapat ditimpa dengan pola yang terdiri dari hanya 0 atau hanya 1. Tetapi, sejum- lah algoritma pengkodean run-length limited (RLL) yang dipakai hard disk untuk mencegah read/write head kehi- langan posisi, menyebabkan hanya sejumlah terbatas 0 atau 1 saja yang akan ditulis ke disk. Inilah mengapa dalam memilih pola penimpaan perlu mempertimbangkan skema pengkodean yang berbeda.
Pada paper Secure Deletion of Data from Magnetic and Solid-State Memory (Peter Gutmann) bagian Erasure of Data stored on Magnetic Media, disarankan untuk mela - kukan 35 pass overwriting yang akan menghapus data, bergantung pada drive encoding, dan metode ini sering dipergunakan sebagai mode default banyak software wiper. Setelah menentukan pola tertentu yang akan dipakai, lalu dimana harus dituliskan? Jika tujuannya adalah untuk me- lakukan overwrite semua data yang tersimpan dalam suatu file, maka diterapkan pada awal sampai akhir file.
Tetapi, rancangan file system, bisa menyebabkan space yang dialokasikan oleh suatu file lebih besar ketimbang file itu sendiri. Bacalah dulu artikel Istilah-istilah berkaitan de - ngan masalah penghapusan data yang menjelaskan menge- nai partisi, cluster, dst.
Masalah tidak hanya berkaitan dengan overwriting suatu file, tetapi juga overwriting unused disk space. Meski dila- kukan overwrite free space, daerah cluster tip masih tak tersentuh. Saat melakukan wipe, tutuplah sebanyak mung - kin aplikasi yang sedang berjalan, agar mengurangi jumlah locked file, sehingga lebih banyak unused space yang bisa di-overwrite.
Metode Gutmann
Didasarkan pada paper Peter Gutmann Secure Deletion of
Data from Magnetic and Solid-State Memory. Terdapat
27 pass yang akan melakukan overwrite data bergantung pada drive encoding. Sebagai berikut:
Pass Pattern (binary, hex)
1 01010101 01010101 01010101, 0x55
2 10101010 10101010 10101010, 0xAA
3 10010010 01001001 00100100, 0x92 0x49 0x24
4 01001001 00100100 10010010, 0x49 0x24 0x92
5 00100100 10010010 01001001, 0x24 0x92 0x49
6 00000000 00000000 00000000, 0x00
7 00010001 00010001 00010001, 0x11
8 00100010 00100010 00100010, 0x22
9 00110011 00110011 00110011, 0x33
10 01000100 01000100 01000100, 0x44
11 01010101 01010101 01010101, 0x55
12 01100110 01100110 01100110, 0x66
13 01110111 01110111 01110111, 0x77
14 10001000 10001000 10001000, 0x88
15 10011001 10011001 10011001, 0x99
16 10101010 10101010 10101010, 0xAA
17 10111011 10111011 10111011, 0xBB
18 11001100 11001100 11001100, 0xCC
19 11011101 11011101 11011101, 0xDD
20 11101110 11101110 11101110, 0xEE
21 11111111 11111111 11111111, 0xFF
22 10010010 01001001 00100100, 0x92 0x49 0x24
23 01001001 00100100 10010010, 0x49 0x24 0x92
24 00100100 10010010 01001001, 0x24 0x92 0x49
25 01101101 10110110 11011011, 0x6D 0xB6 0xDB
26 10110110 11011011 01101101, 0xB6 0xDB 0x6D
27 11011011 01101101 10110110, 0xDB 0x6D 0xB6
Pass harus dilakukan dalam urutan yang acak untuk menyu- litkan orang melakukan recover data. Permutasi harus dila - kukan dengan pembangkit bilangan acak yang kuat secara kriptografi. Untuk peningkatan bisa dilakukan pass random sebelum atau setelah 27 pass di atas. Metode ini kurang sesuai untuk menghapus data pada drive terkompresi, ka- rena sejumlah pass memuat data terkompresi tinggi.
US DoD 5220-22.M
Terdapat dua metode berdasarkan National Industrial Security Program Operating Manual (NISPOM, dikenal sebagai US DoD 5220.22-M), dari Departemen Pertahanan AS January 1995 (bab 8, section 3, 8-306. Maintenance). Di sini terdapat matriks pembersihan:
Pass Matrix Pattern
1 E [1] Random character X
2 E [2] Bit-wise complement of X
3 E [3] Random data
4 C Random character Y
5 E [1] Random character Z
6 E [2] Bit-wise complement of Z
7 E [3] Random data
untuk X, Y, Z = [0,255]
Alternatif pertama adalah bagian E, C dan E (sekali lagi)
dari matriks pembersihan.
Alternatif kedua menyertakan hanya bagian E, dan dua pass awal dengan karakter tetap ketimbang karakter acak. Sehingga pembersihan seperti berikut:
Pass Matrix Pattern
1 E [1] 00000000, 0x00
2 E [2] 11111111, 0xFF
3 E [3] Random data
Semua data acak dibuat dengan ISAAC pseudorandom number generator (PRNG).
Meski kedua metode tersebut lebih cepat ketimbang metode Gutmann, tetapi kurang aman, khususnya bila orang men- coba melakukan hardware recovery. Metode ini kurang se- suai untuk menghapus data pada drive terkompresi, karena sejumlah pass memuat data terkompresi.
Pseudorandom Data
Pseudorandom data yang kuat secara kriptografi untuk overwriting dibuat memakai algoritma ISAAC (Indirection, Shift, Accumulate, Add and Count) oleh Bob Jenkins. ISAAC generator disusun ulang sebelum memakai multi- source polling random number generator.
Data acak yang dibangkitkan oleh ISAAC dijamin memiliki panjang period 2^40 angka, dan siklus rata-rata adalah
2^8295 32-bit (4-byte) angka.
Maka, jumlah rata-rata data yang diberikan oleh pembangkit sebelum rangkaian dimulai dari awal adalah 4.12e2488 gigabyte (mendekati 4096 gigabyte), yang lebih dari cukup untuk overwriting hard drive terbesar yang ada saat ini. Jumlah overwriting pass tergantung pada pilihan user, mak- simal adalah ((2^16) - 1) = 65535 pass.
Karena data acak sangat susah dikompresi, maka metode ini cocok dipergunakan pada drive yang terkompresi.
Vol. IV No. 10 NeoTek 9
Apa Yang Dimaksud dengan Overburn?
Apa Yang Dimaksud dengan Overburn?
PCplus 121 09 - 15 April 2003
Saat ini penggunaan CD-Writer sudah semakin meluas. Harga CD-Writer yang sudah jauh lebih terjangkau membuat CD-Writer menjadi alternatif CD-ROM drive yang menarik. Hal ini juga didukung oleh semakin terjangkaunya harga dari media yang diperlukan untuk CD- Writer, baik itu CD-R maupun CD-RW.
Saat ini CD-R yang banyak beredar sudah memiliki kapasitas sebesar 700MB, sementara itu CD-RW kelihatannya masih lebih banyak yang memiliki kapasitas 650MB. Jumlah sebesar ini baik 700MB ataupun 650MB sering kali masih memadai untuk banyak keperluan, namun beberapa tahun ke depan mungkin kapasitas yang lebih besar lagi akan semakin diperlukan.
Berbicara mengenai kapasitas, kadangkala kita perlu menaruh data-data yang total berukuran sedikit lebih besar dari 650MB ataupun 700MB. Memang bisa saja data- data tersebut dibagi dan diletakkan pada dua buah CD-R ataupun CD-RW, tetapi bisa juga data- data tersebut tetap diletakkan pada sebuah CD-R ataupun CD-RW menggunakan teknik overburn. Overburn Sesuai namanya overburn ini berarti “membakar” hingga melebihi batas. Dalam kasus ini, batas yang dilewati adalah batas dari kapasitas yang tersedia. Jadi bila sebuah CD-R memiliki kapasitas sebesar 700MB, maka dengan overburn bisa dipaksakan untuk menampung data-data yang total berukuran 707MB misalnya. Ini bisa dicapai dikarenakan sering kali suatu media tersebut memiliki “tempat” yang lebih besar dari spesifikasinya. Tentunya overburn ini bergantung pada banyak faktor dan tidak bisa dilakukan untuk
Maksimalkan kapasitas dengan overburn
penambahan kapasitas yang jauh lebih besar, misalnya CD-R 700MB untuk data-data yang total berukuran 760MB. Beberapa hal yang mempengaruhi overburn ini adalah CD-Writer yang digunakan, media yang digunakan (merek dan tipe), serta setting pada saat pembakaran. Bila salah satu dari hal ini tidak dipenuhi maka overburn tidak akan bisa dicapai. Syarat pertama tentunya adalah CD-Writer yang digunakan. CD-Writer ini haruslah mampu melakukan overburn. Bila ini tidak dipenuhi, overburn tidak mungkin bisa dilakukan. Umumnya CD-Writer yang beredar saat ini telah mendukung overburn. Bagi CD-Writer yang telah mendukung overburn, biasanya hal ini disebutkan pada spesifikasi dari produsen- nya. Menggunakan program seperti Nero Burning Rom bisa juga diperoleh keterangan mengenai dukungan overburn ini.
Syarat yang kedua adalah media yang digunakan. Tidak media tersebut memiliki karakteristik yang sama. Jadi CD-R ataupun CD- RW yang berbeda merek ataupun berbeda tipe akan memiliki karakteristik terhadap overburn yang berbeda pula. Ada yang tidak bisa di-overburn, ada pula yang bisa di-overburn meskipun hanya sedikit. Tentunya yang dicari adalah media yang bisa di-overburn secara memadai alias penambahan kapasitasnya lumayan. Untuk mengetahui media mana yang paling cocok untuk di-overburn pada CD-Writer yang digunakan, salah satu cara yang bisa digunakan adalah mencoba berbagai media yang tersedia. Agar hasil yang diperoleh bisa bersifat agak universal, masing-masing merek dan tipe dicoba beberapa kali.
Syarat yang terakhir adalah masalah setting yang digunakan. Umumnya hal yang harus diperhatikan adalah mengenai kecepatan yang digunakan. Biasanya overburn memiliki kemungkinan berhasil yang lebih tinggi pada pembakaran yang menggunakan kecepatan yang rendah. Salah satu cara untuk mem- peroleh kecepatan optimum dari overburn ini adalah melalui percobaan juga.
Berbicara mengenai kapasitas, kadangkala kita perlu menaruh data-data yang total berukuran sedikit lebih besar dari 650MB ataupun 700MB. Memang bisa saja data- data tersebut dibagi dan diletakkan pada dua buah CD-R ataupun CD-RW, tetapi bisa juga data- data tersebut tetap diletakkan pada sebuah CD-R ataupun CD-RW menggunakan teknik overburn. Overburn Sesuai namanya overburn ini berarti “membakar” hingga melebihi batas. Dalam kasus ini, batas yang dilewati adalah batas dari kapasitas yang tersedia. Jadi bila sebuah CD-R memiliki kapasitas sebesar 700MB, maka dengan overburn bisa dipaksakan untuk menampung data-data yang total berukuran 707MB misalnya. Ini bisa dicapai dikarenakan sering kali suatu media tersebut memiliki “tempat” yang lebih besar dari spesifikasinya. Tentunya overburn ini bergantung pada banyak faktor dan tidak bisa dilakukan untuk
Maksimalkan kapasitas dengan overburn
penambahan kapasitas yang jauh lebih besar, misalnya CD-R 700MB untuk data-data yang total berukuran 760MB. Beberapa hal yang mempengaruhi overburn ini adalah CD-Writer yang digunakan, media yang digunakan (merek dan tipe), serta setting pada saat pembakaran. Bila salah satu dari hal ini tidak dipenuhi maka overburn tidak akan bisa dicapai. Syarat pertama tentunya adalah CD-Writer yang digunakan. CD-Writer ini haruslah mampu melakukan overburn. Bila ini tidak dipenuhi, overburn tidak mungkin bisa dilakukan. Umumnya CD-Writer yang beredar saat ini telah mendukung overburn. Bagi CD-Writer yang telah mendukung overburn, biasanya hal ini disebutkan pada spesifikasi dari produsen- nya. Menggunakan program seperti Nero Burning Rom bisa juga diperoleh keterangan mengenai dukungan overburn ini.
Syarat yang kedua adalah media yang digunakan. Tidak media tersebut memiliki karakteristik yang sama. Jadi CD-R ataupun CD- RW yang berbeda merek ataupun berbeda tipe akan memiliki karakteristik terhadap overburn yang berbeda pula. Ada yang tidak bisa di-overburn, ada pula yang bisa di-overburn meskipun hanya sedikit. Tentunya yang dicari adalah media yang bisa di-overburn secara memadai alias penambahan kapasitasnya lumayan. Untuk mengetahui media mana yang paling cocok untuk di-overburn pada CD-Writer yang digunakan, salah satu cara yang bisa digunakan adalah mencoba berbagai media yang tersedia. Agar hasil yang diperoleh bisa bersifat agak universal, masing-masing merek dan tipe dicoba beberapa kali.
Syarat yang terakhir adalah masalah setting yang digunakan. Umumnya hal yang harus diperhatikan adalah mengenai kecepatan yang digunakan. Biasanya overburn memiliki kemungkinan berhasil yang lebih tinggi pada pembakaran yang menggunakan kecepatan yang rendah. Salah satu cara untuk mem- peroleh kecepatan optimum dari overburn ini adalah melalui percobaan juga.
SOFTWARE EDIT FOTO PHOTOSCAPE
Fitur Utama
Viewer: Lihat foto dalam folder, membuat slideshow
Editor: mengubah ukuran, kecerahan dan penyesuaian warna, white balance, koreksi latar, frame, balon, modus mosaik, teks menambahkan, menggambar gambar, cropping, filter, penghapusan mata merah, mekar, clone stamp
Batch editor: Batch beberapa mengedit foto
Halaman: Merge beberapa foto di halaman bingkai untuk membuat satu foto terakhir
Campurkan: Lampirkan beberapa foto vertikal atau horizontal untuk membuat satu foto terakhir
GIF animasi: Gunakan beberapa foto untuk membuat foto animasi akhir
Cetak: Cetak potret tembakan, carte de Visites (CDV), paspor foto
Splitter: Iris foto menjadi beberapa bagian
Screen Capture: Capture screenshot dan menyimpannya
Color Picker: Zoom in pada gambar, pencarian dan memilih warna
Rename: Ganti nama file foto dalam modus batch
Converter baku: Konversi RAW ke JPG
Cetak kertas: Cetak berjajar, grafik, musik dan kertas kalender
Face Search: Cari wajah yang mirip di Internet
Download Link 1 Link 2 Link 3
Sekilas tentang Fotografi
Sekilas tentang Fotografi
Gunawan Wibisono
Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.
Jenis-jenis kamera
Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.
Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
3. Medium format
4. Large format
Jenis Film
1. Film B/W, film negatif hitam putih.
2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.
Jenis-jenis kamera
1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium.
Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.
Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.
1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
3. DSLR. Digital SLR.
Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.
Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.
Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)
Jenis-jenis Lensa
a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.
b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.
c. berdasarkan aperture maksimumnya.
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.
d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.
Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.
Peralatan bantu lain
Tripod, diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.
Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.
Monopod, mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.
Flash/blitz/lampu kilat, untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap.
Filter, untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya.
UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.
PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit.
Exposure, jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.
Aperture/diafragma. Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya.
Shutter speed/kecepatan rana. Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk.
ISO, menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200.
Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.
Exposure meter, pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal.
Exposure metering (sering disingkat dengan metering saja), metode pengukuran cahaya
1. Average metering, mengukur cahaya rata-rata seluruh frame.
2. Center-weighted average metering, mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah.
3. Matrix/Evaluative metering, Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu.
4. Spot metering, mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja.
Exposure compensation, 18% grey. Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.
Under exposured, foto terlalu gelap karena kurang exposure.
Over exposured, foto terlalu terang karena kelebihan exposure
Istilah stop. Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali. Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali. Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali. Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.
Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2. Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/2).
Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1. Beda speed tiap stop adalah 2 kali.
DOF, Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.
Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.
1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit.
2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit.
3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit.
Pemilihan DOF
Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.
Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.
Shooting mode
Mode auto, mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret.
1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter.
2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF.
3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil.
4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus.
5. Fast shuter speed
6. Slow shutter speed
Creative zone
1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat.
3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed.
4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual.
Komposisi dan Angle.
Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto
Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar.
Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.
Gunawan Wibisono
Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.
Jenis-jenis kamera
Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.
Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
3. Medium format
4. Large format
Jenis Film
1. Film B/W, film negatif hitam putih.
2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.
Jenis-jenis kamera
1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium.
Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.
Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.
1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
3. DSLR. Digital SLR.
Lensa, mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.
Field of View (FOV) tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.
Field of View Crop, sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)
Jenis-jenis Lensa
a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama.
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur.
b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung.
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah.
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh.
c. berdasarkan aperture maksimumnya.
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar.
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit.
d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan.
Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm.
Peralatan bantu lain
Tripod, diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.
Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.
Monopod, mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.
Flash/blitz/lampu kilat, untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap.
Filter, untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya.
UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.
PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit.
Exposure, jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.
Aperture/diafragma. Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya.
Shutter speed/kecepatan rana. Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk.
ISO, menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200.
Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.
Exposure meter, pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal.
Exposure metering (sering disingkat dengan metering saja), metode pengukuran cahaya
1. Average metering, mengukur cahaya rata-rata seluruh frame.
2. Center-weighted average metering, mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah.
3. Matrix/Evaluative metering, Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu.
4. Spot metering, mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja.
Exposure compensation, 18% grey. Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.
Under exposured, foto terlalu gelap karena kurang exposure.
Over exposured, foto terlalu terang karena kelebihan exposure
Istilah stop. Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali. Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali. Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali. Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.
Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2. Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/2).
Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1. Beda speed tiap stop adalah 2 kali.
DOF, Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.
Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.
1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit.
2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit.
3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit.
Pemilihan DOF
Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.
Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.
Shooting mode
Mode auto, mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret.
1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter.
2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF.
3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil.
4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus.
5. Fast shuter speed
6. Slow shutter speed
Creative zone
1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat.
3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed.
4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual.
Komposisi dan Angle.
Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto
Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar.
Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.
Kisah Di Balik Desain Sebuah Logo
Kisah Di Balik Desain Sebuah Logo
Kamis, 18 Oktober, 2007 oleh Antonius Frans Setiawan
Logo itu harus mencerminkan banyak hal yang berkaitan dengan institusi yang diwakilinya. Berikut
sedikit trik sederhana mendesain logo yang gampang-gampang susah itu.
Membuat logo perusahaan atau institusi seringkali menjadi satu permasalahan yang cukup pelik,
karena begitu banyak kepentingan dan konten yang harus diwakili dalam desain logo tersebut.
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat kita menentukan desain logo tersebut layak
atau tidak:
* Filosofi, visi dan misi perusahaan atau institusi
* Brand Image yang ingin dibangun
* Brand color
* Bidang usaha corporate dan anak usahanya, bila yang didesain adalah anak usaha.
Setelah ide mengkristal dan mulai ada beberapa desain, step selanjutnya adalah membuat beberapa
contoh desain dengan mode full color, black and white, serta one color. Apabila komposisi warna
menggunakan mode gradasi, ada baiknya dibuat juga mode tanpa gradasi. Tujuannya adalah untuk
melihat tingkat visibility logo saat diletakkan di berbagai tempat dan latar belakang.
Untuk mempermudah pemahaman 4 point tersebut, saya akan mengilustrasikan pada kasus proses
desain logo di bawah ini :
ByteCode FreeSource
Jenis Perusahaan : Jasa layanan pengembangan dan konsultan software berbasis opensource
Filosofi Perusahaan : Berbagi ilmu dengan sesama
Visi dan misi : Mengembangkan software berbasis OpenSource dan komunitas
Corporate Color : Hijau dan orange
—————————————————————————————–
Setelah melihat basic data diatas, kita bisa mulai surveyke perusahaan sejenis. Bagaimana mereka
mencitrakan diri mereka ke dalam logo. Setelah usai mensurvey, kita buat beberapa pembeda
berdasar perbedaan filosofi, visi, misi, dan point of view.
Keterangan Logo :
* Anagram dari huruf B dan C
* Lingkaran saling bersambung yang menggambarkan siklus saling berbagi dan saling memberi
* Warna hijau melambangkan kesejukan dan kesuburan
* Warna orange melambangkan semangat
Mengapa Logo itu digunakan dan dipilih ? Karena dari hasil tes warna, logo tersebut bisa nampak
di background apapun.
Mode Full Color tanpa gradasi:
Mode 1 warna (Orange dan Hijau):
Jadi apabila Anda pesan logo kepada desainer, minta mereka untuk membuat mode full color tanpa
gradasi, mode 1 warna dan mode B/W. Bisa juga anda minta untuk memecah warna dalam mode
CMYK untuk lebih menajamkan penampilan logo anda nantinya.
Kamis, 18 Oktober, 2007 oleh Antonius Frans Setiawan
Logo itu harus mencerminkan banyak hal yang berkaitan dengan institusi yang diwakilinya. Berikut
sedikit trik sederhana mendesain logo yang gampang-gampang susah itu.
Membuat logo perusahaan atau institusi seringkali menjadi satu permasalahan yang cukup pelik,
karena begitu banyak kepentingan dan konten yang harus diwakili dalam desain logo tersebut.
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat kita menentukan desain logo tersebut layak
atau tidak:
* Filosofi, visi dan misi perusahaan atau institusi
* Brand Image yang ingin dibangun
* Brand color
* Bidang usaha corporate dan anak usahanya, bila yang didesain adalah anak usaha.
Setelah ide mengkristal dan mulai ada beberapa desain, step selanjutnya adalah membuat beberapa
contoh desain dengan mode full color, black and white, serta one color. Apabila komposisi warna
menggunakan mode gradasi, ada baiknya dibuat juga mode tanpa gradasi. Tujuannya adalah untuk
melihat tingkat visibility logo saat diletakkan di berbagai tempat dan latar belakang.
Untuk mempermudah pemahaman 4 point tersebut, saya akan mengilustrasikan pada kasus proses
desain logo di bawah ini :
ByteCode FreeSource
Jenis Perusahaan : Jasa layanan pengembangan dan konsultan software berbasis opensource
Filosofi Perusahaan : Berbagi ilmu dengan sesama
Visi dan misi : Mengembangkan software berbasis OpenSource dan komunitas
Corporate Color : Hijau dan orange
—————————————————————————————–
Setelah melihat basic data diatas, kita bisa mulai surveyke perusahaan sejenis. Bagaimana mereka
mencitrakan diri mereka ke dalam logo. Setelah usai mensurvey, kita buat beberapa pembeda
berdasar perbedaan filosofi, visi, misi, dan point of view.
Keterangan Logo :
* Anagram dari huruf B dan C
* Lingkaran saling bersambung yang menggambarkan siklus saling berbagi dan saling memberi
* Warna hijau melambangkan kesejukan dan kesuburan
* Warna orange melambangkan semangat
Mengapa Logo itu digunakan dan dipilih ? Karena dari hasil tes warna, logo tersebut bisa nampak
di background apapun.
Mode Full Color tanpa gradasi:
Mode 1 warna (Orange dan Hijau):
Jadi apabila Anda pesan logo kepada desainer, minta mereka untuk membuat mode full color tanpa
gradasi, mode 1 warna dan mode B/W. Bisa juga anda minta untuk memecah warna dalam mode
CMYK untuk lebih menajamkan penampilan logo anda nantinya.
CARA MENGGUNAKAN GETDATABACK FOR FAT
CARA MENGGUNAKAN GETDATABACK FOR FAT
Pertama adalah menginstal program GetDataBack For FAT . Setelah itu masukan Flashdisk anda dan buka program GetDataBack. Akan muncul tampilan dibawah ini.
Setelah itu klik Next
Tekan OK setelah itu akan muncul tampilan berikut
Karna laptop yang saya pakai menggunakan format NTFS dalam partisinya sehingga yang terlihat hanya FlashDisk saja. Sedangkan Aplikasi yang digunakan merupakan khusus untuk Format FAT (Default FlashDisk). Klik di bagian Removable Drive jika tidak muncul klik tanda panah kebawah samping Logical Drives. Setelah itu Klik Next. Setelah itu akan muncul tampilan dibawah ini.
Tunggu sampai proses selesai hingga tampil :
Setelah pilih data yang ingin ditampilkan. Apakah anda ingin menampilkan semua data atau hanya yang di rekomendasikan saja, Lihat Tanda Panah. Setelah itu Klik Next. Akan muncul tampilan berikut
Setelah anda tinggal cari data-data anda yang ingin penting.Saran saya buka dulu data anda masih bisa pa tidak setelah itu copas kedalam hardisk anda.
Sekian semoga bermanfaat.
Pertama adalah menginstal program GetDataBack For FAT . Setelah itu masukan Flashdisk anda dan buka program GetDataBack. Akan muncul tampilan dibawah ini.
Setelah itu klik Next
Tekan OK setelah itu akan muncul tampilan berikut
Karna laptop yang saya pakai menggunakan format NTFS dalam partisinya sehingga yang terlihat hanya FlashDisk saja. Sedangkan Aplikasi yang digunakan merupakan khusus untuk Format FAT (Default FlashDisk). Klik di bagian Removable Drive jika tidak muncul klik tanda panah kebawah samping Logical Drives. Setelah itu Klik Next. Setelah itu akan muncul tampilan dibawah ini.
Tunggu sampai proses selesai hingga tampil :
Setelah pilih data yang ingin ditampilkan. Apakah anda ingin menampilkan semua data atau hanya yang di rekomendasikan saja, Lihat Tanda Panah. Setelah itu Klik Next. Akan muncul tampilan berikut
Setelah anda tinggal cari data-data anda yang ingin penting.Saran saya buka dulu data anda masih bisa pa tidak setelah itu copas kedalam hardisk anda.
Sekian semoga bermanfaat.
untu download yang support windows 7 disini GET DATA BACK ALL WINDOWS
Dasar-dasar On-Page SEO
Dasar-dasar dari On-Page Search Engine Optimization
Dengan Seomul Evans
Tujuan mengapa pemilik situs terlibat dalam optimasi mesin pencari atau SEO adalah untuk memiliki website mereka di posisi puncak Halaman Hasil Search Engine, atau SERPs. Hal ini dapat dilakukan untuk kata kunci tertentu dan dikelompokkan menjadi dua kategori: on-page dan off-page optimasi. Yang terakhir ini dapat dicapai dengan menciptakan kembali link ke situs web. Link akan membantu Anda meningkatkan reputasi situs Anda dan sangat penting untuk mendarat di halaman pertama di hasil pencarian. Tapi elemen dasar dari optimasi adalah halaman itu sendiri. Optimasi pada halaman merupakan bagian integral dari optimasi mesin pencari karena itu adalah salah satu yang menggambarkan isi website dan menekankan kata kunci utama Anda targetkan.
Dimulai dengan identifikasi kata kunci
Ketika datang ke SEO, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih kata kunci Anda. Anda perlu mencari kata-kata yang ditargetkan atau frasa yang terhubung ke website Anda atau bisnis Anda. Dengan melakukan ini, Anda akan mencapai volume pencarian yang tinggi. Sebagai aturan, Anda perlu mengoptimalkan setiap halaman hanya untuk satu kata kunci karena tujuan utama SEO adalah untuk menyorot kata kunci tertentu dalam rangka untuk relay pesan ke pengunjung Anda dan mesin pencari apa situs Anda menawarkan. Selain dari ini, SEO akan memandu Anda dalam mencapai posisi teratas di hasil pencarian untuk kata kunci Anda. Pada halaman optimasi sebenarnya no-brainer dan pemilik website dapat mencapai posisi hasil pencarian yang mereka inginkan mengingat gerakan yang benar.
Hak cara menggunakan kata kunci
Untuk menjadi sukses dalam optimasi on-halaman mesin pencari, Anda harus menempatkan kata kunci utama di relevan terlihat dan tak terlihat (Meta) elemen halaman. Hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk memasukkan informatif, menghibur dan mudah dibaca konten sehingga pengunjung Anda dapat mengetahui apa website Anda adalah semua tentang dan dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan. Kualitas konten Anda juga harus menyebutkan kata kunci Anda setidaknya 2 sampai 4 kali. Setelah Anda telah menulis konten website Anda dengan kata kunci yang Anda targetkan, Anda juga perlu memikirkan sebuah judul halaman yang juga akan berisi kata kunci. Kemudian, tambahkan beberapa tag header (h1, h2, h3, dan seterusnya) untuk paragraf label. Dan terakhir, sangat penting untuk berhati-hati ketika menggunakan kata kunci Anda. Periksa frekuensi kata untuk menghindari penggunaan berlebihan dari kata tersebut. Seperti disebutkan, 2 atau 4 menyebutkan akan cukup.
Melakukan semua ini tidak akan secara otomatis menempatkan Anda pada halaman pertama mesin pencari. Google tertentu seperti halaman yang jelas yang informatif dan mudah dinavigasi. Yang terakhir ini dapat dicapai dengan menu sederhana dari mana Anda dapat mencapai halaman apapun pada website hanya dalam satu atau dua klik.
Tujuan dari optimasi mesin pencari adalah untuk memberitahu semua orang apa website Anda benar-benar tentang. Untuk website terlibat dalam bisnis, mesin pencari optimasi akan membantu mereka mendapatkan lalu lintas sebanyak mungkin. Jumlah pengunjung website akan sama dengan keberhasilan bisnis mereka. Optimasi adalah cara efektif untuk memperkenalkan produk dan layanan online. Jika Anda benar-benar tertarik untuk melakukan SEO pada bisnis Anda atau website pribadi, maka disarankan bahwa Anda mengikuti teknik yang benar dan praktik dalam optimasi mesin pencari.
Tentang Pengarang: Seomul Evans adalah layanan SEO konsultan yang mengkhususkan diri dalam Search Engine Optimization Dallas organik untuk Perusahaan berbasis Organic SEO.
Sumber: www.isnare.com
Dengan Seomul Evans
Tujuan mengapa pemilik situs terlibat dalam optimasi mesin pencari atau SEO adalah untuk memiliki website mereka di posisi puncak Halaman Hasil Search Engine, atau SERPs. Hal ini dapat dilakukan untuk kata kunci tertentu dan dikelompokkan menjadi dua kategori: on-page dan off-page optimasi. Yang terakhir ini dapat dicapai dengan menciptakan kembali link ke situs web. Link akan membantu Anda meningkatkan reputasi situs Anda dan sangat penting untuk mendarat di halaman pertama di hasil pencarian. Tapi elemen dasar dari optimasi adalah halaman itu sendiri. Optimasi pada halaman merupakan bagian integral dari optimasi mesin pencari karena itu adalah salah satu yang menggambarkan isi website dan menekankan kata kunci utama Anda targetkan.
Dimulai dengan identifikasi kata kunci
Ketika datang ke SEO, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih kata kunci Anda. Anda perlu mencari kata-kata yang ditargetkan atau frasa yang terhubung ke website Anda atau bisnis Anda. Dengan melakukan ini, Anda akan mencapai volume pencarian yang tinggi. Sebagai aturan, Anda perlu mengoptimalkan setiap halaman hanya untuk satu kata kunci karena tujuan utama SEO adalah untuk menyorot kata kunci tertentu dalam rangka untuk relay pesan ke pengunjung Anda dan mesin pencari apa situs Anda menawarkan. Selain dari ini, SEO akan memandu Anda dalam mencapai posisi teratas di hasil pencarian untuk kata kunci Anda. Pada halaman optimasi sebenarnya no-brainer dan pemilik website dapat mencapai posisi hasil pencarian yang mereka inginkan mengingat gerakan yang benar.
Hak cara menggunakan kata kunci
Untuk menjadi sukses dalam optimasi on-halaman mesin pencari, Anda harus menempatkan kata kunci utama di relevan terlihat dan tak terlihat (Meta) elemen halaman. Hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk memasukkan informatif, menghibur dan mudah dibaca konten sehingga pengunjung Anda dapat mengetahui apa website Anda adalah semua tentang dan dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan. Kualitas konten Anda juga harus menyebutkan kata kunci Anda setidaknya 2 sampai 4 kali. Setelah Anda telah menulis konten website Anda dengan kata kunci yang Anda targetkan, Anda juga perlu memikirkan sebuah judul halaman yang juga akan berisi kata kunci. Kemudian, tambahkan beberapa tag header (h1, h2, h3, dan seterusnya) untuk paragraf label. Dan terakhir, sangat penting untuk berhati-hati ketika menggunakan kata kunci Anda. Periksa frekuensi kata untuk menghindari penggunaan berlebihan dari kata tersebut. Seperti disebutkan, 2 atau 4 menyebutkan akan cukup.
Melakukan semua ini tidak akan secara otomatis menempatkan Anda pada halaman pertama mesin pencari. Google tertentu seperti halaman yang jelas yang informatif dan mudah dinavigasi. Yang terakhir ini dapat dicapai dengan menu sederhana dari mana Anda dapat mencapai halaman apapun pada website hanya dalam satu atau dua klik.
Tujuan dari optimasi mesin pencari adalah untuk memberitahu semua orang apa website Anda benar-benar tentang. Untuk website terlibat dalam bisnis, mesin pencari optimasi akan membantu mereka mendapatkan lalu lintas sebanyak mungkin. Jumlah pengunjung website akan sama dengan keberhasilan bisnis mereka. Optimasi adalah cara efektif untuk memperkenalkan produk dan layanan online. Jika Anda benar-benar tertarik untuk melakukan SEO pada bisnis Anda atau website pribadi, maka disarankan bahwa Anda mengikuti teknik yang benar dan praktik dalam optimasi mesin pencari.
Tentang Pengarang: Seomul Evans adalah layanan SEO konsultan yang mengkhususkan diri dalam Search Engine Optimization Dallas organik untuk Perusahaan berbasis Organic SEO.
Sumber: www.isnare.com






